kultur pagi qtasnim

Mengawali Pagi yang Baik Ala Qtasnim

Selepas Ba’da Subuh selesainya dua rakaat menghadap-Nya, adalah momen dimana otak dan tenaga kita dalam kondisi terbaik. Karena pagi adalah kunci, pilihan sebagai khalifah di bumi ini, menjadi lebih baik dari kemarin, atau tidak?

Pagi yang masih tenang, udara segar berhembus masuk lewat tubuh, Subhanallah kenikmatan mana lagi yang kita tak syukuri? semua manusia membuka matanya, memulai kesehariannya dengan ikhtiar.

Bagaimana mengawali pagi yang baik dari kemarin dalam kultur Qtasnim? apa kunci keberhasilan kami agar organisasi tim berjalan baik dan positif?

Jawabannya? dengan mengkaji di pagi hari.

Membaca dengan mengkaji adalah keharusan bagi manusia yang selalu lapar akan sebuah ilmu, ilmu yang membawa mereka lebih baik dari kemarin. Yang disampaikan lewat Al Qu’ran surat Al – Isra 17:106:

وَقُرْءَانًا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَٰهُ تَنزِيلًا
Dan Al-Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.”

Menjalaninya dengan Konsistensi

Dengan mengkaji dan berdiskusi rutin setiap paginya, apa yang kami dapatkan dari proses yang telah berjalan bertahun-tahun ini? cukup dengan tiga puluh menit, konsistensi adalah kuncinya.

Qtasnim menjadikan ritual kajian rutin pagi menjadi kewajiban semua anggota tim, tidak terkecuali bagi founder, kecuali mereka izin – sakit.
Karena ke-Istiqomahan lebih baik – manfaat dari seribu Karomah, begitu pepatah arab dulu berpesan.

Menumbuhkan Rasa Bersyukur

Bersyukur terbukti menurunkan level cortisol dalam tubuh, zat yang menyebabkan manusia mudah terkena stress dan kegusaran. Dengan mengingat-Nya sebelum memulai bekerja, setidaknya menguatkan pandangan kami; bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, baik dalam hal ilmu, kepribadian dan materi yang seimbang.
Mengkaji ayat dalam Qur’an membuat manusia selalu ingat kepada Sang Pencipta, Yang Maha Besar memiliki segalanya; terutama rezeki. Dengan bersyukur di hari ini atas apa yang dimiliki – dicapai, membuat Qtasnim berjalan seimbang sampai sekarang.

Pribadi yang Berkembang

Pengembangan Diri – Dengan menukil apa yang tertera dalam Qur’an, mengolah pribadi antar tim yang dulunya tidak pernah mengenal bagaimana petunjuk-Nya mengarahkan tim kami menjadi manusia lebih baik. Kedewasaan, kejujuran selaras dengan perbuatan keseharian tim dalam tiap project yang dijalankan. Ketika menemui kesulitan, tidak lagi berpikir sempit untuk mencari jalan pintas, tapi mencari solusi yang menghasilkan jawaban jangka panjang dengan cara yang baik dan benar.

Kolaborasi

Organisasi tim yang baik dimulai dari kultur positif, membuka diri dengan terus belajar dari kekurangan, dengan berkolaborasi satu sama lain; mengasah kekurangannya, dengan berbagi ilmu. Kolaborasi adalah keharusan demi kemajuan dan berkembang, berkolaborasi menjadikan yang lemah perlahan menjadi kuat, dan yang kuat terus berbagi agar maju berkembang bersama.

Setiap hari satu orang ditunjuk untuk menukil surat dalam Qur’an untuk dikaji, dengan begitu semua orang akan bergiliran memulainya setiap pagi.

Dengan begini, mereka akan dibimbing menjadi pribadi yang bisa memimpin rekan satu tim dengan berdiskusi, berkolaborasi dua arah, bukan dengan perintah satu arah.

Saat selesai kajian, pengisi kajian membuka alur diskusi sesuai topik – permasalahan seputar ayat yang disampaikannya tadi.

Istiqomah dalam bekerja adalah kunci keberhasilan mereka yang sukses mengubah kehidupan manusia. Sebagaimana Rasulallah mengedepankan Istiqomah dalam kehidupannya, yang kami aplikasikan saat mengawali pagi hari dengan mengkaji, sebagai kultur Qtasnim.

No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website