qtasnim blog filosofi lebah

Pelajaran Sang Lebah untuk Hidup yang Lebih Baik di Tahun 2019

Seandainya anda bisa memilih diantara kedua binatang ini, seekor lebah atau nyamuk? mana yang menjadi pilihanmu? apa alasannya? salah memilih, sama dengan salah memaknainya.

Qur’an mencantumkan kisah Sang lebah sebagai sebuah contoh, yang manusia harus cerna dengan memaknai apa alasan — tujuannya.

Semua yang diciptakan-Nya dan ada dikisahkan dalam Qur’an adalah sebuah i’tibar bagi kita manusia. Salah satunya bagaimana kisah seekor lebah dijadikan nama surah dalam Qur’an, al-nahl, terutama dalam ayat 68–69.

Sedangkan seekor nyamuk? selalu dikonotasikan dengan semua hal negatif. Bagaimana gigitannya membuat gatal kulit, bunyinya yang bising acapkali berputar melayang di kuping, dengan momok penyakit yang dibenci manusia.

Keunikan sang lebah, mereka hanya menghinggapi tempat yang bersih, dan tidak merusak tempat – tumbuhan yang dihinggapinya sampai selesai mengambil manfaatnya. Madu adalah produk alam yagn memiliki kadar glukosa yang sangat rendah dan terbukti baik bagi kesehatan manusia. Lebah tidak akan mengganggu bila ia tidak diusik, mereka bekerja sama dalam berkoloni – bertahan hidup membangun sarangnya.

Tahukah kamu di Jerman terdapat Rumah Sakit atau Klinik Lebah Madu. Dengan metode pengobatan tidak saja menggunakan madunya, namun sarang dan sengatannya. Dengan terapi sengatan lebah yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit lewat senyawa racun lebah.

Seekor Nyamuk yang tertutup.

Nyamuk diumpamakan seperti seorang kafir (yang tertutup dari ilmu), kafir bukan berarti non-muslim, seorang muslim pun bisa menyandang status kafir bila ia menyangkal kebenaran Allah dengan segala tipu dayanya. Sang nyamuk selalu mencari makan dengan mengganggu – menyakiti orang lain, mereka meyebarkan penyakit yang membuat orang lain merugi; setelah kenyang dengan menghisap darah. 

Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Bagi yang beriman, mereka tahu kebenaran itu hanyalah mutlah datang dari-Nya. Tetapi mereka yang kafir menyangkal dengan berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik, (Q.S 2:26).


Sebuah Refleksi dalam Qtasnim

Disiplin, rela berkorban dengan rasa kesetiaan adalah sekian dari karakter sang lebah. Bagaimana sejak dimulainya Qtasnim berjalan, founder Qtasnim sudah menanamkan nilai-nilai sang lebah sejak awal berbisnis. Karena baginya, seringnya permasalahan hidup yang ia temui, jawabannya selalu ada di Al Qur’an dan bagaimana ia memahami dengan mengkajinya.

Pentingnya proses bekerja sama.

Lebah memiliki dua jenis; sang pejantan dan sang ratu, serta tiga struktur lapisan dalam komunitasnya, yang satu sama lain memiliki tugas — peran yang berbeda.

Ada yang sebagai pekerja, bertugas mencari madu ke berbagai kembang, ada yang mengamankan ratu; dengan bertugas berkerumun di sarangnya, demi sang ratu dan madu dalam sarang. Serta sang ratu itu sendiri.

Serupa dengan apa yang diajarkan sedari awal mereka memulai kerja di hari pertama dalam Qtasnim, bahwa semua hasil yang diberikan kepada konsumen (klien) kami adalah hasil dari kerja sama dan kolaborasi tiap lapisan organisasi.

Qtasnim mengharamkan kebanggaan personal atas apa yang diraihnya, dengan menekankannya dalam aturan main dan konsekuensi yang diatur dalam standard operating procedure. Yang wajib diaplikasikan semua level staff, tidak terkecuali bagi founder.

Bagaimana mereka berkoloni untuk membuat sarang dengan bekerja sama dengan etos kerja yang positif tidak saling curiga dan menjatuhkan.

Ujian dengan kesetiaan.

Kesetiaan teruji lewat berbagai persoalan hidup yang terjadi dalam keseharian Qtasnim, salah satunya ujian sebuah godaan dari kompetitor yang mengimingi beberapa dari kami untuk berpindah kantor, yang Alhamdulillah terjawab sudah.

Rendahnya turnover karyawan Qtasnim dengan durasi bekerja yang rata-rata lebih dari 3 tahun menjadi bukti sebuah ikhtiar yang terinspirasi sang lebah, proses kesetiaan satu sama lain dalam berkoloni, berkembang dan membangun sarangnya hanya bisa ditentukan oleh sang waktu.

Pentingnya sebuah pengorbanan.

Seringnya lebah mati dalam dalam mempertahankan sarang dan koloni mereka, membuat lebah sebagai serangga dengan karakter setia dengan rela berkorban. Inspirasi tentang pengorbanan sang lebah persis seperti apa yang founder Qtasnim hadapi saat memulai kehidupan entrepreneurship mendirikan Qtasnim.

Pengorbanan untuk tidak lagi mementingkan keinginan pribadi dengan membangun sarana — prasarana kantornya.

“Saya niatkan ikhlas untuk tidak punya ini-itu, dan tidak berhutang kepada Bank dalam memulai Qtasnim saat itu. Bismillah penuh keyakinan, sembari ikhtiar siang — malam.” tutur Iman Harmaen, founder Qtasnim, saat membeberkan bagaimana pentingnya berkorban demi impiannya, dalam sesi kajian rutin setiap pagi di lantai 3 kantor Qtasnim.

Memulai, menjalani dan mengakhirinya dengan baik.

Semua harus diawali dengan niat yang baik, dengan proses yang benar, sampai tujuan akhirnya pun sesuai aturan main dan filosofi Qtasnim, yang banyak mengadopsi bagaimana kepemimipinan Rasulallah dan Qur’an menjabarkannya. Qtasnim tidak mengutamakan sekedar hasil (output) tapi mengawalinya dengan cara yang zalim, terhadap internal dan eksternal perusahaan.

Qtasnim juga tidak menganggap remeh menjalankan sebuah proses tiap-tiap project-nya sekedar jalan dan berfungsi, tapi menghiraukan keinginan konsumen.

Apa yang Qtasnim jadikan landasan, bahwa seorang mukmin ikutilah bagaimana sang lebah:

Nabi Muhammad SAW memakan sesuatu dari sumber yang baik, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan sekelilingnya, dan tidak merusak apa yang telah dipergunakannya.

Sejalan dengan kisah lebah diatas, memproses input dengan output kerja yang juga baik, dengan tidak melebih-lebihkan suatu hal, melakukan sebuah amanah yang diminta mereka para konsumen kami selama ini, seperti apa yang dicontohkan beliau dan inspirasi sang lebah.

Wallahualam bissawab.

No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website